Pesona Khazanah Ramadhan : NTB Coba Gaet Wisatawan Manacanegera di Bulan Puasa

  • by Indonesia News
  • May 6, 2017
  • 0

Beautifulindonesia.news – Menyandang predikat sebagai destinasi wisata Family Friendly (wisata halal) terbaik, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memaksimalkan momen Bulan Ramadhan dengan meluncurkan program Pesona Khazanah Ramadhan, di Balirung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Kamis (4/5/2017).

Gubernur NTB Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Zainul Majdi mengatakan, pihaknya dengan senang hati mengundang para wisatawan untuk mengisi aktivitas Bulan Ramadhan dengan berwisata yang sarat muatan religi di NTB, khususnya Lombok – Sumbawa sebagai BUmi Seribu Masjid.

“Di luar negeri puncak kunjungan terjadi pada bulan suci keagamaan, oleh karena itu kita gagas, kegiatan pariwisata  bergerak pada bulan suci Ramadhan. Kalau ingin menikmati wisata di bulan suci ini, datanglah ke Lombok, kalau mau menikmati aneka aktivitas Ramadhan, berkunjunglah ke Lombok. Diharapkan Pesona Khazanah Ramadhan di Bumi Seribu Masjid dapat menciptakan wisata spiritual bagi wisatawan yang berkunjung ke NTB,”  kata TGH, dalam sambutannya.

TGH mengungkapkan, program ini dimaksudkan untuk tiga tujuan. Pertama, NTB ingin berkontribusi menciptakan kenyamanan berbangsa dan mendinginkan situasi yang tidak nyaman pasca-ketegangan di Pilkada. “Dengan adanya kegiatan spiritual ini bagaimana situasi lebih nyaman dan ketegangan dikendurkan, agar situasi kebangsaan kita bisa kita tangkap sebagai suatu kenikmatan,” ujar TGH.

Kedua, program Pesona Khazanah Ramadhan yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan ekonomi di NTB saat bulan Ramadhan. Sehingga Ramadhan yang sebelumnya merupakan low season untuk wisata, diharapkan dapat menjaring banyak wisatawan.

Ketiga, lanjut TGH, NTB ingin semakin mengembangkan fasilitas dan segmen wisata halal ini dengan berbagai konten yang menarik. NTB ingin menciptakan inovasi dan kreativitas agar semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata halal. Pada kesempatan itu, Gubernur NTB uga menghimbau kepada seluruh operator tour, travel agent dapat embuat paket wisata selama bulan Ramadhan dengan berbagai acara yang sudah digelar oleh pemerintah NTB.

Pada Bulan Ramadhan nanti, NTB akan menyuguhkan beragam aktivitas wisata yang ramah bagi keluarga. Tidak saja mem-branding makanan maupun fasilitas halal, namun mengisinya dengan aktivitas berwisata yang sarat muatan religi maupun ramah bagi para pelancong keluarga.

Lombok punya Islamic Center dan banyak site budaya serta religi yang tersebar di berbagai tempat. Ini menarik untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati indahnya menjalankan ibadah puasa di Pulau Seribu Masjid ini.

Pemerintah Daerah NTB dan seluruh stakeholder lainnya akan menyiapkan berbagai kegiatan yang mendukung nikmatnya menunaikan ibadah puasa Ramadhan sambil berwisata. Salah satunya akan ada empat ualam dunia yang diundang untuk mengisi tausiah di NTB.

Kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan 2017 akan dilaksanakan selama sebulan penuh di NTB yang diawali dengan Rembug Republik. Rembug ini membahas tentang permasalahan ketimpangan atau isu-isu nasional yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah solusi. Acara Rembuk Republik dilaksanakan dengan tema “Memaksimalkan Industri Wisata Halal Indonesia” yang diisi oleh panelis Kafi Kurnia, Pakar Marketing, Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar dan Komisaris Utama Hotel Sofyan, dan Priyadi Abadi, Ketua Indonesian Islamic Travel Communication Forum.

Sementara itu, ketua DPD Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka menilai, Lombok memiliki potensi dalam menggaet wisatawan untuk merasakan suasana berpuasa. Asita NTB juga akan mencoba menawarkan paket khusus Ramadhan kepada wisatawan.

“Asita akan menjual promo paket khusus wisata khusus Ramadhan. Kita sudah punya triknya. Paket wisata Ramadhan nanti bisa kita masukan tambahan buka puasa dan shalat tarawih bersama bagi wisatawan,” ungkap Dewantoro.

Dewantoro mengatakan, Asita NTB sudah berkoordinasi dengan pengurus Kompleks Islamic Center NTB yang kini mulai menjadi salah satu tempat yang wajib disinggahi wisatawan kala bertandang ke Lombok. Dirinya berharap, pengurus Islamic Center NTB menyediakan pemandu wisata guna menjelaskan keberadaan masjid dengan arsitektur yang menawan dan juga sejarah tentang Islam di Lombok.

“Paket wisata religi sangat bisa dimaksimalkan meski paket wisata religi belum dibuat terpisah dan masih menjadi satu dengan paket city tour. Harapannya nanti ada juga yang jual pernak-pernak khas Islamic Center NTB sehingga benar-benar menjadi paket religi bagi wisatawan,” kata Dewantoro.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga membuka Khazanah Pesona Ramadhan, menekankan poin penting mengenai kebersihan di destinasi, karena kebersihan itu sebagian dari iman. “Hanya saja, di level internasional tingkat kebersihan negara kita masih kalah dari negara-negara lain, pengelolaan sampah plastik kita terburuk nomor 2 di dunia, maka harus kita tekankan poin kebersihan ini, di TTCI ranking kebersihan masuk dalam kategori health and hygiene, kita ada di ranking 108 dari 136 sebelumnya,” kata Menpar Arief Yahya.

Namun, Menpar Arief Yahya mengaku gembira Pemprov NTB dan Asita bisa berkolaborasi memanfaatkan momen Bulan Ramadhan untuk menarik wisatawan. Menpar mengungkapkan, dari data-data menunjukkan, bahwa dari tahun ke tahun, jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) selama Ramadhan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan penurunannya mencapai 50 persen.

Menurutnya, wisman dari negara-negara dengan penduduk muslim terbanyak seperti Malaysia, Timur Tengah dan sebagainya tidak berwisata saat Ramadhan maupun Lebaran. Oleh sebab itu, Kementerian Pariwisata akan membantu NTB dalam melakukan promosi besar-besaran ke negara-negara yang tidak sensitif terhadap Ramadhan. Hal ini dilakukan agar dalam situasi low season masih ada wisman dari negara lain yang berkunjung ke Indonesia.

“Kami melakukan promosi besar-besaran ke luar negeri. Kita siasati ini agar jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tidak jatuh. Saat bulan puasa, turis dari Malaysia agak turun karena orang Malaysia mirip dengan Indonesia, ketika puasa tidak mau travelling, oleh karenanya harus ada penggantinya,” kata Menpar Arief Yahya.

Salah satu pengganti yang diharapkan Menpar Arief Yahya adalah dari Timur Tengah dan Eropa. Di Timur Tengah, Dubai menjadi sasaran empuk menggaet wisatawan datang ke Indonesia.

“Jika saya mengejar Dubai itu karena penduduknya 2,6 juta dan penduduk asli hanya sekitar tujuh persen. Yang saya kejar sesungguhnya adalah orang yang ada di Dubai, yang tidak sensitif terhadap puasa,” tukas Menpar Arief Yahya.

Dede Murdy

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *