Kejadian Aneh di KEBUN RAYA BOGOR

  • by Indonesia News
  • April 12, 2017
  • 1
Makam Ratu Galuh yang diberi hiasan mahkota

Beautiful Indonesia – Menurut Abdurrahman, banyak orang hilir mudik di Kebun Raya, bahkan di sekitar makam Ratu Galuh itu sendiri. Mereka tak menyadari jika tempat yang mereka pijak adalah wilayah keramat dari kerajaan Galuh Pakuan. Mereka hura-hura, pacaran, bahkan buang air kecil di sembarang tempat. Belum lagi perlakuan semberono lainnya.

Lelaki berusia 46 tahun ini menceritakan, pernah salah seorang pengujung tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri dan ketika siuman suaranya berubah. Kebun Raya Bogor memang bukan tempat sembarangan. Kawasan itu masih dinaungi karomah Eyang Ratu Galuh. “Ternyata dia kemasukan dedemit penjaga jembatan gantung,” kata Abdurrahman.

Memang banyak pengunjung mengalami kejadian aneh yang sulit diterima oleh akal sehat. Beberapa waktu lalu, dua orang muda-mudi sedang asyik bercumbu di bawah pohon waru besar. Sang pria pamit untuk buang air kecil, namun ketika kembali ia tak menemukan kekasihnya. Bahkan setelah ditunggu berjam-jam sang kekasih itu tak pula kunjung datang. Karena putus asa, lelaki yang sebut saja bernama Asikin itu langsung pulang.

Esok harinya, dengan keluarganya dan keluarga pacarnya ia kembali mencari-cari ke setiap pelosok kebun tersebut. Hasilnya tetap nihil, bahkan saat itu petugas keamanan Kebun Raya pun ikut membantu mencari gadis yang hilang tadi. Sayang, hingga hari menjelang sore sang gadis tetap tidak diketahui di mana rimbanya. Lalu seorang petugas keamana berinisiatif minta bantuan juru kunci makam Ratu Galuh. Setelah diselidiki sang juru kunci, gadis yang sebut saja bernama Dina itu, ternyata masih ada di sekitar Kebun Raya.

Dari hasil komunikasi juru kunci dengan makhluk gaib penghuni Kebun Raya diketahui, ternyata Asikin dan Dina, beberapa saat sebelum Dina menghilang keduanya sempat melakukan perbuatan tidak senonoh. Mereka sempat melakukan hubungan layaknya suami isteri. Dengan sangat menyesal, Asikin mengakui segala perbuatannya. Melalui proses yang cukup rumit, akhirnya juru kunci pun mempersilahkan mereka kembali.

“Jika penghuni gaib itu, mengampuni perlakuan kalian, Dina akan kembali besok sore. Namun jika tidak Dina akan menjadi budak di alam gaib,” tutur Abdurrahman.

Kebun Raya Bogor memang menyimpan sejuta misteri, beberapa tempat angker di sana masih dihuni makhluk halus sebagai tempat tinggal mereka.

Syukur, nasib Dina masih beruntung. Setelah empat hari raib ia kembali terlihat di areal Kebun Raya. Namun kondisi Dina saat itu sangat mengkhawatirkan, ia seperti orang kehilangan akal. Tertawa cekikikan seperti kuntilanak dan kadang menangis tersedu seperti orang sakit hati. Akhirnya Dina dikembalikan pada keluarganya.

 

Makam Ratu Galuh yang diberi hiasan mahkota

Makam Ratu Galuh yang diberi hiasan mahkota

Jangan Sembrono

Abdurrahman menyarankan agar pengunjung Kebun Raya tidak sembrono dan jangan sekali-kali berlaku tidak senonoh. Kalaupun kelakuan tak senonoh itu tidak diketahui orang lain, namun hal itu tetap diketahui makhluk halus penghuni Kebun Raya ini. “Kebun ini dibangun sebagai tempat rekreasi dan istirahat keluarga.Kalau pun mau pacaran silahkan, tapi jangan kelewatan,” tuturnya.

Masih menurut penuturan Abdurrahman, kerajaan makhluk halus penghuni Kebun Raya Bogor khususnya dan seluruh kota Bogor umumnya sebenarnya terpusat di makam Ratu Galuh. Dalam sejarah tak tertulis Kerajaan Galuh Pakuan, Ratu Galuh dipercaya sebagai permaisuri  Prabu Siliwangi. Sayang, tak secuilpun catatan tersimpan yang dapat membuktikan eksistensi Ratu Galuh sebagai isteri Sang Prabu Siliwangi. Bahkan keberadaan sang prabu sendiri masih menjadi pertanyaan di masyarakat. Namun demikian toh masyarakat Jawa Barat (Sunda-Red.) tetap mengakui eksisteni Prabu Siliwangi sebagai raja dan cikal bakal nenek moyang mereka.

Bahkan, beberapa kalangan spiritualis meyakini, Kebun Raya Bogor semula adalah Taman Sipatahunan, Taman Sari dari kerajaan Galuh Pakuan.Seiring dengan hancurnya kerajaan itu, mereka seakan ingin meninggalkan bukti kepada para penerusnya, bahwa di tanah itu pernah ada suatu kerajaan yang besar dan berjaya. Oleh karena itu jangan heran, jika pada bulan-bulan tertentu banyak para sepuh yang datang ke Kebun Raya Bogor untuk mengambil air Sipatahunan, air kehidupan yang diyakini hanya keluar sekali dalam setahun.

Sumur tua yang bernama Sumur Sipatahunan inisering luput dari perhatian orang. Maklum, untuk melihat sumur tersebut orang harus melewati jembatan gantung yang sangat menakutkan. Bila diinjak, jembatan itu akan bergoyang-goyang.

Konon, setiap bulan maulud atau Rabiul Awwal dan bulan Suro atau Muharram banyak pengunjung yang ingin mengambil air dari sumur ini. Mereka percaya, air tersebut dapat menyucikan jiwanya.Terlebih, ada anggapan bila air tersebut mempunyai beberapa kelebihan.

Menurut keterangan Abdurrahman, rasa air sumur tua itu bila diminum akan berbeda-beda rasanya antara orang yang satu dengan yang lain. Padahal mereka meminumnya pada waktu yang bersamaan.

Sedangkan khasiatnya, masih kata Abdurrahman, air tersebut dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang diderita seseorang. Air tersebut sangat manjur untuk menyembuhkan sakit mata (rabun) dan penyakit hilang ingatan. Itulah sebabnya, sumur tua itu sering didatangi oleh pengunjung yang ingin sembuh dari penyakitnya pada kedua bulan yang dianggap sacral itu untukdiambilberkahnya. (Asep)

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

1 Comment Already

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *