Fetival Sriwijaya, Festival Paling Konsisten Ke dua di Indonesia

  • by Indonesia News
  • August 23, 2017
  • 0

Beautifulindonesia.news – Pelataran Benteng Kuto Besak di Kota Palembang, Sumatra Selatan kembali meriah dengan Festival Sriwijaya yang ke 16 tahun 2017. Pembukaan berlangsung pada malam 22 Agustus 2017 dengan sejumlah tarian tradisional dan pertunjukan fashion show.

Sebelumnya, sejak sore hari ribuan masyarakat hadir dalam acara yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan didukung Kementerian Pariwisata. Bekraf mengawali pembukaan dengan Kreatif Food dan Festival Kopi dengan tema  “Kopi Kita Kopi Giling Lokal (Koling Lokal)” pada sore hari, di buka langsung oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

‘Kreatifood 2017’ merupakan sebuah ajang yang digelar guna mendukung industri kuliner Indonesia yang kini telah bertransformasi menjadi salah satu industri kreatif Indonesia. Dan Kreatifood 2017 menjadi bagian yangb turut meramikan Festival Sriwijaya, diikuti Asosiasi Kopi Nasional dan Lokal, para pengusaha di bidang kopi dan pengusaha kuliner lokal di kota Palembang. Selain itu juga turut berpartisipasi para start up di bidang kuliner yang menjadi program binaan Bekraf. Kopi merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia yang sudah dikenal hingga ke mancanegara.
“Kopi giling lokal saat ini telah menjadi tren sendiri di masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan industri kopi olahan di Indonesia meningkat. Acara ini berupaya mendorong dan meningkatkan potensi kopi lokal bukan hanya sekadar komoditi, tetapi juga menjadi gaya hidup bagi pecinta kopi di Indonesia,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf saat membuka ‘Kreatifood 2017’ bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.
Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin mengatakan, Festival Sriwijaya yang tahun ini memasuki tahun ke-26 penyelenggaraan merupakan sebuah festival yang menghadirkan ragam budaya dan potensi wisata dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Selatan.
Festival Sriwijaya 2017 yang akan berlangsung hingga 27 Agustus mendatang akan diisi berbagai kegiatan. Antara lain pagelaran Orkestra Sriwijaya, Atraksi Silat, Syarofal Anam, Festival Kuliner, Lomba lari, Lomba Paduan Suara, Lomba Fashion Show Anak-Anak, Lomba Instagram, Lomba Blog juga Fashion Show Kolosal.
Ada juga panggung hiburan yang menampilkan musik etnik, parade musik jalanan, dan parade teater tradisional Dul Muluk serta penampilan gelar budaya dari kabupaten atau kota se-Sumsel. Tak ketingalan pementasan teater mini, Festival Batanghari Sembilan dengan menampilkan 60 peserta gitar tunggal, pementasan musik jalanan dan malamnya pementasan wayang kulit Palembang.
Guna menjaring pengunjung ke Festival Sriwijaya 2017 ada paket city tour Palembang selama tiga hari untuk menikmati kuliner palembang, songket tour, dan mengunjungi tempat bersejarah serta shopping.

I Gde Pitana dan Alex Noerdin di atas panggung Festival Sriwijaya

Menurut Alex Noerdin, Festival Sriwijaya pada tahun ini juga punya misi istimewa. Bukan sekadar penyelenggaraan festival tahunan bernuansa budaya masyarakat Sumatera Selatan, namun juga sebagai bagian dari ajang mempromosikan Asian Games 2018. Seperti diketahui, Palembang menjadi salah satu tuan rumah bersama DKI Jakarta.

“Dengan adanya festival ini, kebudayaan dan wisata di Sumatera Selatan akan semakin dikenal masyarakat, termasuk luar negeri. Sehingga diharapkan kunjungan wisatawan ke provinsi ini semakin meningkat,” ujar Alex Noerdin.
Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana yang juga turur hadir memuji kembali terselenggaranya Festival Sriwijya ke-26 tahun 2017. Dilihat dari waktu penyelenggaraan yang sudah berlangsung sejak lama, maka Festival Sriwijaya adalah festival tertua kedua di Indonesia. ini merupakan wujud konsistensi sebuah daerah dalam penyelenggaraan festival.
“Sejak tahun 1991 masyarakat dan pemerintah Sumatera Selatan secara berkelanjutan melaksanakan Festival Sriwijaya ini. Menjadikan festival tertua kedua di Indonesia setelah Pesta Kesenian Bali,” ujar I Gde Pitana.
Menurutnya pelaksanaan festival ini akan dapat memajukan pariwisata di Sumatra Selatan. Terlebih dalam menyambut Asian Games 2018, sehingga lebih banyak lagi publik yang mengenal kebudayaan dan ragam pariwisata di Bumi Sriwijaya ini. “Saya benar-benar bangga terhadap eksistensi pelaksanaaan Festval Sriwijaya karena akan dapat memajukan pariwisata,” kata Pitana.
Pada kesempatan itu I Gde Pitana memuji kinerja Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Selatan yang di pimpin Iren Sinaga. “Pariwisata memang butuh orang-orang profesional, kreatif, dan konsisten. JIka ada sepuluh aja Kadispar daerah seperti Iren Sinaga, maka kinerja kementerian pariwisata akan sangat terbantu untuk mengembangkan industri pariwisata di tanah air,” ujar Pitana.
Sementara dalam wawancara terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Iren Sinaga menjelaskan bagaimana konsep Festival Sriwijaya dari akar budaya Sumatera Selatan. “untuk konsep dekor tahun ini, kami mengambil Candi Bumiayu yang sudah menjadi peninggalan sejarah nasional,” kata Iren kepada wartawan.
Dede Murdy
  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *