Bisnis Leisure, Mengejar Wisman Berkualitas

  • by Indonesia News
  • February 18, 2017
  • 0

Beautifulindonesia.news – Kementerian Pariwisata disarankan untuk mulai mengembangkan sektor pariwisata berkonsep bisnis dan leisure alias “bleisure” mengingat potensi dan prospek sumber daya pendukung yang dimiliki Indonesia.

Hal itu disampaikan dosen dan peneliti bidang MICE Politeknik Negeri Jakarta, Christina L. Rudatin sebagai salah satu pembicara  dalam Mini Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Jumat (17/2/2016) dengan pokoknbahasan “Mengejar Kualitas atau Kuantitas Wisatawan Mancanegera”

                                                       Mini_FGD_Forwapar_#1

Dalam pemarannya, Christina menyampaikan bahwa bisnis dan leisure traveller kini sedang berkembang. Jika hal itu bisa dimaksimalkan akan sangat lebih baik untuk mengejar target wisman yang berkualitas. Menurutnya pola pikir yang kini masih berkembang di Indonesia adalah pariwisata yang sekadar terbatas pada leisure atau pelesir semata.

Hal itulah  yang membuat strategi pariwisata dikembangkan masih terbatas untuk segmen leisure saja. Padahal untuk segmen bisnis traveller, ada karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, ia menyarankan agar Indonesia mulai menggarap segmen bisnis traveller tersebut melalui strategi jitu, karena wisatawan di segmen tersebut memiliki karakeristik yang berbeda.

Ia mengatakan, segmen bisnis traveller umumnya mencari fasilitas dan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk pelayanan. “Saat ini yang terjadi fokus ke leisure tapi kerap lupa dengan infrastruktur dan pengembangan SDM-nya,” katanya.

Christina mengatakan, segmen wisata MICE (Meeting Incentive Conference and Exhibition) sangat potensial untuk digarap karena mudah memprediksinya. Setiap tahunnya mayoritas event bisa diprediksi. Tapi segmen ini sekarang justru diabaikan oleh pemerintah, dalam hal ini kementerian pariwisata, karena dianggap tidak memberikan kontribusi terhadap kunjungan wisatawan. Padahal mereka (bisnis leisure) inilah adalah segmen pasar yang disebut dengan wisman berkualitas.

Indonesia memiliki 16 destinasi yang difokuskan pemerintah untuk destinasi wisata  MICE, tapi sayangnya ternyata sampai saat ini mayoritas masih terkonsentrasi di Jakarta dan Bali sebab kedua kota tersebut yang dianggap paling siap dari sisi aksesibilitas dan fasilitas.

“Jadi untuk MICE mau tidak mau harus fokus satu-satu pada beberapa destinasi yang memang sudah dianggap siap terlebih dahulu,” kata Christina.

Secara keseluruhan, ia melihat Indonesia baru memiliki sekitar 7 destinasi yang dianggap paling siap sebagai destinasi wisata MICE. Ia berharap ke depan, akan ada lebih banyak destinasi wisata MICE selain adanya kebijakan atau strategi pengembangan pariwisata yang mendukung semakin berkembangnya “bleisure”.

Editor : Dede Murdy

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *